Battlefield 3 multiplayer review
Hidup adalah memilih, namun untuk memilih dengan baik, Anda harus tahu siapa Anda dan apa yang Anda perjuangkan, ke mana Anda ingin pergi dan mengapa Anda ingin sampai di sana.
Memo of Me
Waktu terbaik untuk berbahagia adalah sekarang. Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini. Dan cara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain
Just About Me
Senyum mampu menyelesaikan banyak masalah, dan diam mampu membuat kita terhindar dari banyak masalah
Thankz for All
Masa-masa terbaik dalam hidup adalah saat kita mampu menyelesaikan masalah sendiri, Masa-masa suram kehidupan adalah saat kita menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi.
Tampilkan postingan dengan label MTK. Tampilkan semua postingan
INTEGRAL DAN APLIKASINYA DALAM EKONOMI
A. Integral Taktentu
Mengintegralkan suatu fungsi turunan f(x) berarti mencari integral
atau turunan antinya, yaitu F(x). Proses pengintegralan disebut juga integrasi.
Bentuk umum integral dari f(x) adalah:
∫ f(x) dx = F(x) + k
Di mana : ∫ : tanda integral
F(x) : integral particular
f(x) dx : diferensial dari F(x)
k :
konstanta pengintegralan
F(x) + k : fungsi asli/fungsi asal
Contoh
:
Untuk fungsi asal : F(x) = x2 + 5 fungsi turunannya
adalah f(x) = d F(x) = 2x.
Jika prosesnya dibalik, yakni fungsi turunan
f(x) diintegralkan, maka :
∫ f(x)dx = F(x) + k = x2 + k.
Notes : Karena derivatif dari setiap konstanta adalah nol, maka dalam
mengintegralkan setiap fungsi turunan konstanta k tetap dalam bentuk k. Artinya
nilai konstanta tersebut tidak dengan sendirinya bisa diisi dengan bilangan
tertentu kecuali jika di dalam soal sudah ditentukan nilai konstantanya. Karena
ketidaktentuan nilai konstanta itulah bentuk integral yang merupakan kebalikan
dari diferensial dinamakan integral taktentu.
1) Kaidah Integral Taktentu
Integral pangkat
n + 1
contoh:
∫ 4 dx = 4x0+1
+ k = 4x + k
0 + 1
2) Penerapan dalam Ekonomi
Integral Taktentu dalam ekonomi dapat diaplikasikan untuk membuat
fungsi total dari suatu fungsi marginal; seperti fungsi biaya dan penerimaan
total, fungsi utilitas total serta fungsi produksi total.
Contoh
:
1.
Biaya marjinal suatu perusahaan
ditunjukkan oleh MC = 3Q2 - 6Q + 4. Carilah persamaan biaya totalnya! Jika
diketahui biaya tetapnya Rp. 4, tentukanlah besarnya biaya totalnya!
Diketahui : MC = 3Q2 - 6Q + 4 FC = k = 4
Ditanya : pers. C.…? C jika k =
4....?
Penyelesaian:
C = f(Q) → MC = C′
Biaya total → C = ∫ MC dQ = ∫ f′ (Q) dQ
adalah
integrasi
C = ∫ MCdQ
dari biaya
marginal =
∫ (3Q2 - 6Q + 4) dQ
2+1 1+1 0+1
3 2 1
C = Q3 - 3Q2 + 4Q + k
Jika k = 4 → C = Q3 - 3Q2
+ 4Q + k
C = Q3 - 3Q2 +
4Q + 4
2.
Carilah persamaan penerimaan
total dari suatu perusahaan jika penerimaan marjinalnya MR = 16 – 4Q!
Diketahui
: MR = 16 – 4Q
Ditanya : pers. R….?
Penyelesaian:
R =
f(Q) → MR = R′
Penerimaan
total → R = ∫ MR dQ = ∫ f′ (Q) dQ
adalah integral
dari
R = ∫ MR dQ
penerimaan
marjinal = ∫
(16 – 4Q) dQ
= 16Q – 2Q2
Notes : Dalam persamaan penerimaan total konstanta k = 0, sebab
penerimaan tidak akan ada jika tak ada barang yang dihasilkan atau terjual.
3.
Carilah persamaan utilitas
total dari seorang konsumen jika utilitas marjinalnya MU = 90 – 10Q!
Diketahui : MU = 90 – 10Q
Ditanya : pers. U….?
Penyelesaian:
U = f(Q) → MU
= U′
Utilitas
total → U = ∫ MU dQ = f′ (Q) dQ
adalah integral
dari U = ∫ MU dQ
utilitas
marjinal U = ∫ (90 – 10Q) dQ
U = 90Q – 5Q2
Notes : Dalam persamaan utilitas
total konstanta k = 0, sebab kepuasan konsumen tidak akan ada jika tak ada
barang yang dikonsumsi
4.
Produk marjinal sebuah
perusahaan dicerminkan oleh MP = 18x – 3x2 . carilah persamaan produk totalnya!
Diketahui :
MP = 18x – 3x2
Ditanya : pers. P….?
Penyelesaian :
P = f(x) di
mana : P : hasil produksi, x : faktor produksi
→ MP = P′
Produk total P = ∫ MPdX = ∫ f′ (x) dX
adalah integral
dari P = ∫ MPdX
produk
marjinal P = ∫ (18x – 3x2 ) dX
P = 9x2 – x3
B. Integral Tertentu
Adalah integral dari suatu fungsi yang nilai-nilai variabel bebasnya
(memiliki batas-batas) tertentu. Integral jenis ini digunakan untuk menghitung
luas area yang terletak di antara kurva y = f(x) dan sumbu-horizontal (x),
dalam suatu rentang wilayah yang dibatasi oleh x = a dan x = b. Bentuk umumnya
:
b b
∫ f(x)dx =
[ F(x) ] =
F(b) - F(a)
a
a
di
mana : a (batas-atas integrasi) a < b – a (batas-bawah integrasi)
contoh
:
5 5 5
2 4 + 1 2 5
2 5 5
= 618,6
Penerapan dalam Ekonomi
a. Surplus Konsumen
Mencerminkan suatu keuntungan lebih (surplus) yang dinikmati
konsumen tertentu berkenaan dengan tingkat harga pasar suatu barang. Dalam
grafik, besarnya surplus konsumen ditunjukkan oleh luas area di bawah kurva
permintaan tetapi di atas tingkat harga pasar. Bentuk umum surplus konsumen:
Qe
P
Cs = ∫
f(Q) dQ – Qe Pe atau ∫
f(P) dP
0
Pe
b. Surplus Produsen
Mencerminkan
suatu keuntungan lebih (surplus) yang dinikmati produsen tertentu berkenaan
dengan tingkat harga pasar dari barang yang ditawarkan. Dalam grafik, besarnya
surplus produsen ditunjukkan oleh luas area di atas kurva penawaran tetapi di
bawah tingkat harga pasar. Bentuk umum surplus produsen:
Qe P e
Ps = Qe Pe – ∫
f(Q) dQ atau ∫
f(P) dP
0 P
Contoh:
Fungsi
penawaran dan permintaan suatu barang di pasar masing-masing dinyatakan dalam
persamaan Q = -30 + 5P dan Q = 60 – 4P. Hitunglah surplus konsumen dan
produsen!
Diketahui :
Permintaan : Q = 60 – 4P → P = 15 – 0,25Q
Penawaran : Q = -30 + → P = 6 + 0,2Q
Ditanya : Cs….? Ps….?
Penyelesaian
:
Formula keseimbangan :
Qd = Qs
60 – 4P = -30 + 5P
5P + 4P = 60 + 30
9P
= 90
P
= 10 ………………. (P = Pe)
P = 10 →
Q = 60 – 4P → Q = 60 – 4(10)
Q = 60 – 40 = 20 ……(Q = Qe)
Jadi,
Qe = 20 dan Pe = 10
*Surplus
Konsumen
Cara I:
Qe
Cs = ∫ f(Q) dQ – Qe Pe
0
20
Cs = ∫
(15 – 0,25Q) dQ – (20)(10)
0
20
Cs = [15Q – 0,125Q2] –
200
0
Cs =
((15.20) – 0,125(20)2) – (15.0) – 0,125(0) 2) - 200
Cs =
((300 – 50) – 0) - 200
= 250 – 200 = 50
Cara II:
Q = 60 – 4P
Jika
P = 0 → Q = 60
Jika
Q = 0 → P = 15
………………(P = P)
P
15
Cs = ∫
f(P) dP → Cs =
∫ ( 60 – 4P )dP
Pe
10
15
Cs = [ 60P – 2P2 ] →
Cs = { 60(15) – 2(15)2 } – { 60(10) – 2(10)2 }
10
Cs = ( 900 - 450 ) – ( 600 – 200 )
Cs = 450
– 400
= 50
Jadi, surplus konsumen adalah 50
*Surplus Produsen
Cara I:
Qe
Ps = Qe Pe – ∫
f(Q) dQ
0
Qe
Ps = (20)(10) – ∫
f(6 + 0,2Q) dQ
0
20
Ps = 200 – [6Q + 0,1Q2]
0
Ps = 200 –
((6.20) + (0,1(20)2) – (6.0) + (0,1(0) 2)
Ps = 200 –
((120 + 40) – 0)
= 200 – 160
= 40
Cara II:
Q =
-30 + 5P
Jika
P = 0 → Q
= - 30
Jika
Q = 0 → P = 6
………………(P = P)
Pe
10
Ps = ∫
f(P) dP → Ps =
∫ (-30 + 5P )dP
P 6
10
Ps = [
-30P + 2,5P2 ]
6
Ps =
{ -30(10) + 2,5(10)2 } – { -30(6) + 2,5(6)2 }
Ps =
( -300 + 250 ) – ( -180 + 90 )
Ps =
-50 + 90
= 40
Jadi, surplus produsen adalah 40
APLIKASI FUNGSI KUADRAT DALAM EKONOMI
A. Keseimbangan Pasar
Cara
mencari dan menganalisis keseimbangan pasar dengan konsep persamaan kuadrat ini
pada dasarnya sama dengan pada fungsi linear.
Soal :
Jika
diketahui persamaan permintaan adalah Qd = 16 – P2 dan persamaan penawaran Qs =
-8 + 2P2, pada tingkat harga dan jumlah berapakah keseimbangan pasar terjadi?
Penyelesaian
:
Diketahui : Qd = 16 – P2 Qs = -8 + 2P2
Ditanya : Pe
….? Qe ….?
Formula keseimbangan : Qd =
Qs
16 – P2 = -8 + 2P2
2P2 + P2 =
16 + 8
3P2 =
24
P2 = 24 / 3 =
8
Pe = √8
= 2,83
Substitusi Pe = 2,83 ke salah
satu persamaan : Qd = 16
– P2
Qd = 16
- (2,83) 2
Qd =
16 - 8,01
Qd = 7,99
Jadi,
keseimbangan pasar tercipta pada harga Rp. 2,83 dan jumlah 7,99 unit barang.
B. Pengaruh Pajak dan Subsidi Terhadap
Keseimbangan Pasar
Notes :
pajak akan menyebabkan harga keseimbangan naik dan jumlah keseimbangan menurun
sedangkan subsidi akan menyebabkan harga keseimbangan menurun dan jumlah
keseimbangan naik dibandingkan dengan harga dan jumlah keseimbangan pasar
sebelum pajak dan subsidi. Sama seperti pada keseimbangan pasar awal yang
diterapkan adalah fungsi kuadrat.
Soal :
Jika
pada kasus (A) ditambahkan pajak dan subsidi sebesar Rp.2, buatlah persamaan
keseimbangan yang baru serta tentukan berapa harga dan jumlah keseimbangan
setelah pajak dan subsidi!
Penyelesaian
:
Diketahui : Qd = 16 – P2 Qs = -8 + 2P2 t = 2 s = 2
Ditanya :
Pers. Keseimbangan pasar ….? Q′e ….? P′e ….?
tk ….?
tp ….? T …..?
Formula keseimbangan : Qd =
Qs
16 – P2 = -8 + 2P2
2P2 + P2 = 16 + 8
3P2 = 24
P2 =
24 / 3
= 8
Pe = √8 = 2,83
Substitusi
Pe = 2,83 ke salah satu persamaan :
Qd = 16
– P2
Qd = 16 - (2,83) 2
Qd = 16 - 8,01
Qe =
7,99
Persamaan
Penawaran setelah pajak : Qs
= -8 + 2P2
Qs
= -8 + 2(P – 2)2
Qs = -8 + 2(P2 – 4P + 4)
Qs
= -8 + 2P2 – 8P + 8
Q′s = 2P2
– 8P
Formula keseimbangan : Qd =
Qs
16 – P2 = 2P2 – 8P
2P2 + P2 - 8P - 16
= 0
3P2 - 8P - 16
= 0
Diperoleh
: a = 3, b = -8 dan c = -16
2a
2(3)
6
6
6
6
Substitusi
P′e = 4 ke salah satu persamaan : Qd = 16
– P2
Qd =
16 - (4) 2
Qd = 16
- 16
Q′e =
0
Jadi,
harga keseimbangan setelah dipengaruhi pajak berubah dari Rp. 2,83 menjadi Rp.
4 dan jumlah keseimbangan berubah dari 7,99 unit menjadi 0 unit. Ini
membuktikan teori pengaruh pajak terhadap keseimbangan pasar yang membuat harga
keseimbangan naik sehingga mengakibatkan tingkat permintaan pasar menurun.
Persamaan
Penawaran setelah subsidi : Qs = -8 + 2P2
Qs
= -8 + 2(P + 2)2
Qs =
-8 + 2(P2 + 4P + 4)
Qs =
-8 + 2P2 + 8P + 8
Q′′s = 2P2 + 8P
Formula keseimbangan : Qd =
Qs
16 – P2
= 2P2 + 8P
2P2 + P2 + 8P – 16 = 0
3P2 + 8P - 16 = 0
Diperoleh
a = 3, b = 8 dan c = -16
2a
2(3)
6
6
6
6
Substitusi
Pe = 1,33 ke salah satu persamaan :
Qd = 16 – P2
Qd = 16
- (1,33) 2
Qd =
16 - 1,77
Q′e = 14,23
Jadi,
harga keseimbangan setelah dipengaruhi subsidi berubah dari Rp. 2,83 menjadi
Rp. 1,33 dan jumlah keseimbangan berubah dari 7,99 unit menjadi 14,33 unit. Ini
membuktikan teori pengaruh subsidi terhadap keseimbangan pasar yang menurunkan
harga keseimbangan sehingga membuat tingkat permintaan pasar meningkat.
C. Break Event Point (BEP)
BEP
adalah suatu kondisi dimana perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun
mengalami kerugian (π = 0). Fungsi ini dibentuk bersama oleh fungsi biaya dan
fungsi penerimaan, sehingga kurvanya juga berupa parabola terbuka ke bawah dan
ke atas. Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan (C= Total Cost) sama dengan
besarnya hasil penjualan (R = Total Revenue). Bentuk umum dari persamaan BEP
adalah :
R =
C → Kondisi pulang pokok/impas
Cara
mencari dan menganalisis BEP dengan menggunakan konsep persamaan kuadrat ini
sama dengan pada fungsi linear.
Contoh :
Jika
diketahui fungsi penerimaan dinyatakan dalam persamaan R = -Q2 + 10Q
dan fungsi biaya dinyatakan dalam persamaan C = – 3Q2 + 5Q +10. Pada
tingkat produksi berapa unit terjadi titik pulang pokok?
Penyelesaian
:
Diketahui
: R = -Q2 + 10Q dan
C = – 3Q2 + 5Q +10
Syarat
BEP : R = C
Persamaan
: -Q2 + 10Q = – 3Q2
+ 5Q +10
-Q2 +
10Q + 3Q2 - 5Q -10 = 0
2Q2 +
5Q -10 = 0
Diperoleh
a = 2, b = 5 dan c = -10
Dicari
dengan rumus abc Q1,2 = - b ± √ b2 – 4ac
2a
Q1,2
= - 5 ± √ 52 – 4(2)(-10)
2(2)
Q1,2 = -5 ± √ 25 + 80
4
Q1,2 = -5 ± √ 105
4
Q1 = -5 + 10,25 = 1,31
4
Q2 = -5 – 10,25 = -3,81 (tidak terpakai)
4
Substitusi
Pe = 1,31 ke salah satu persamaan : R
= -Q2 + 10Q
R
= -(1,31)2 + 10(1,31)
R = -1,72 + 13,1
R = 11,38 =
11,4
C = – 3(1,31)2
+ 5(1,31) +10
C = – 5,15 + 6,55
+10
C = – 3Q2
+ 5Q +10
C = 11,4 π =
R - C =
11,4 – 11,4 = 0
D. Keuntungan Maksimum dan Kerugian Minimum
Seperti
halnya BEP, fungsi ini juga dibentuk bersama oleh fungsi biaya dan fungsi
penerimaan. Untuk mendapatkan gambaran tentang besarnya keuntungan maksimum
atau kerugian minimum sama dengan cara mencari titik puncak (titik puncak).
Jika a < 0 maka keuntungan maksimum dan jika a > 0 maka kerugian minimum.
Bentuk umumnya:
R <
C →
Kondisi rugi
R >
C →
Kondisi untung
Sehingga
: π
= R -
C → π
: Keuntungan
Contoh 1
:
Jika
diketahui fungsi penerimaan dinyatakan dalam persamaan R = -Q2 + 10Q
dan fungsi biaya dinyatakan dalam persamaan C = – 3Q2 + 5Q +10,
tentukanlah persamaan keuntungannya!. Berapakah keuntungan/kerugian
maksimum/minimum?
Penyelesaian
:
Diketahui
: R = -Q2 + 10Q C = – 3Q2 + 5Q +10
Ditanya :
Pers. π....?
πmax/min....?
Formula
:
π =
R - C → π
= -Q2 + 10Q – (– 3Q2 + 5Q +10)
π = -Q2 + 3Q2
+ 10Q - 5Q -10
π = 2Q2 + 5Q -10
Diperoleh
a = 2, b = 5 dan c = -10
Karena a
> 0 maka kerugian minimum
Besarnya
keuntungan (π) dapat dicari dengan menggunakan rumus :
4a
4a
4(2)
8
8
k = -13,125
Jadi,
kerugian minimum (πmin) adalah Rp. (13,125)
Contoh 2
:
Jika
diketahui fungsi penerimaan dinyatakan dalam persamaan R = -3Q2 +
15Q dan fungsi biaya dinyatakan dalam persamaan C = – Q2 + 5Q +10,
tentukanlah persamaan keuntungannya!. Berapakah keuntungan/kerugian
maksimum/minimum?
Penyelesaian
:
Diketahui
: R = -3Q2 + 15Q C = – Q2 + 5Q
+10
Ditanya :
Pers. π....?
πmax/min....?
Formula
:
π =
R - C → π
= -3Q2 + 15Q – (– Q2 + 5Q +10)
π = -3Q2 + Q2 + 15Q - 5Q
-10
π = -2Q2 + 10Q -10
Diperoleh
a = -2, b = 10 dan c = -10
Karena a
< 0 maka keuntungan maksimum
Besarnya
keuntungan (π) dapat dicari dengan menggunakan rumus :
4a
4a
4(-2)
-8
-8
k = 2,5
Jadi,
keuntungan maksimum (πmax) adalah Rp. 2,5
Langganan:
Postingan (Atom)




